My Name Is Juliana Sirait. Welcome To My Blog and Don't Forget To Comment.
RSS

Pages

Bagaimana Warna Terlihat oleh Mata kita?




Pernahkah anda bayangkan jika dunia tanpa warna? atau dunia hanya tersusun dari dua warna: hitam dan putih saja seperti pada foto-foto kuno. Tentunya dunia tidak akan semenarik yang ada sekarang. Kita tidak akan bisa menikmati indahnya hijau rumput, birunya langit dan kuningnya matahari.

Menurut proses terjadinya, warna dapat dibagi menjadi dua bagian besar, warna yang berasal dari zat pigmen dan warna yang berasal dari cahaya. Warna yang berasal dari pigmen (biasa disebut: warna subtraktif) seperti cat, pewarna kain dan tinta memiliki warna pembentuk dasar/ warna primer: Biru (Cyan), Magenta dan Kuning. Gabungan dari 2 warna primer (pigmen) akan menghasilkan warna-warna sekunder; misal Cyan dan Kuning menghasilkan warna Hijau, kuning dan magenta menghasilkan merah. Perpaduan dari ketiga warna tersebut menghasilkan coklat.
Sedangkan warna yang dihasilkan oleh cahaya (biasa disebut: warna aditif) seperti monitor TV dan lampu, memiliki warna dasar/primer: Merah, Hijau dan Biru. Gabungan dari warna primer menghasilkan wana sekunder yaitu Magenta-Cyan-kuning, sedangkan perpaduan dari ketiga warna tersebut adalah putih.

Dalam ilmu fisika, warna merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang antara 390 hingga 780 nm. Panjang gelombang ini mengacu pada panjang gelombang yang bisa ditangkap oleh mata manusia dalam kondisi normal tanpa alat apapun. Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 560-590 nm nanometer dan warna merah antara 620-750 nanometer. Warna yang memiliki panjang gelombang dibawah 390 nm dikenal dengan ultraviolet sedangkan diatas 750 nm, dikenal dengan infrared. Warna Ultraviolet dan infrared ini tidak dapat dilihat oleh mata manusia normal tanpa alat. Beberapa hewan seperti lebah dan beberapa serangga lainya dapat menangkap cahaya ultraviolet, kemampuan ini membantu mereka mencari madu di bunga.
Pada tahun 1670-1672, Isaac Newton melakukan penelitian, warna cahaya putih jika terurai dalam prisma kaca akan menghasilkan spektrum warna pelangi: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Violet.

Bagaimana warna dapat dilihat oleh mata?

Mata kita dapat melihat warna karena adanya cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda dengan pigmen warna tertentu yang kita lihat. Kita melihat benda berwarna kuning, karena benda (yang memiliki pigmen kuning)  tersebut memantulkan spektrum cahaya warna merah dan hijau, warna lainnya diserap oleh benda tersebut. Cahaya merah dan hijau ini kemudian masuk ke kornea dan dibiaskan oleh lensa mata, pada akhirnya ditangkap oleh retina. Di dalam retina mata terdapat sekitar 6,5 juta Sel Kerucut (Cones/Rods), yang peka terhadap cahaya, di sinilah terjadi proses filterisasi cahaya merah dan hijau yang masuk tadi. Informasi warna ini kemudian diteruskan oleh saraf-saraf optik ke otak.

Warna tidak mempunyai sifat, tetapi warna dapat menciptakan perpektif sifat dalam otak manusia dan secara tidak langsung juga mempengaruhi emosi manusia.  Perpektif yang dihasilkan akan yang berbeda-beda terhadap sekelompok orang di waktu dan tempat yang berbeda pula tergantung oleh beberapa faktor (budaya, geografi dan lain-lain). Contoh warna hitam pada budaya barat, berarti berduka/kematian, tetapi di sebagian budaya Asia, warna duka/kematian adalah warana sebaliknya, yaitu putih. (***)

Fisika Mengintip Dunia Ekonomi


 
Dalam beberapa tahun terakhir sejumlah fisikawan mencoba mengaplikasikan konsep-konsep fisika dalam menyelesaikan berbagai persoalan di dunia ekonomi. Para ahli ekonofisika ini memusatkan perhatian mereka dalam usaha memahami fenomena statistik yang ditemui dalam fluktuasi harga di dunia ekonomi. Apakah dunia fisika sudah kehabisan persoalan untuk dipecahkan sehingga para fisikawan ini mulai mengintip dunia ekonomi? Mengapa para ahli fisika harus peduli dengan apa yang terjadi di suatu stock market? Apakah mungkin mereka sudah bosan mengutak-atik inti atom dan kapasitor listrik? Justru sebaliknya. Dunia ekonomi memiliki berbagai persoalan menarik yang disertai juga dengan sejumlah data yang harus dianalisa. Bagi para ahli fisika, dinamika suatu sistem yang berfluktuasi secara kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai elemen yang saling berinteraksi, merupakan suatu tantangan ilmiah tersendiri. Dalam proses analisanya mereka tetap menggunakan teknik eksperimen dengan konsep-konsep fisika yang sudah mereka kenal. Kemampuan analisa sistem yang kompleks ini ditunjang juga dengan pengetahuan matematika dan komputer untuk membantu penyederhanaannya. Tetapi yang menjadi alasan utama para fisikawan mulai merambah dunia ekonomi adalah bahwa kehidupan semua orang, termasuk mereka sendiri, sangat dipengaruhi oleh perilaku dunia ekonomi. Jika suatu negara menghadapi financial crashes karena jatuhnya harga saham, penduduk paling miskin di negara yang bersangkutan, yang mungkin tidak memiliki saham, tetap merasakan akibatnya. Lalu bagaimana cara pengaplikasian konsep fisika ini dalam menganalisa fluktuasi harga? Dalam mengawali suatu eksperimen yang melibatkan data dalam jumlah berlimpah, para ahli fisika menggunakan pendekatan empiris. Data empiris tersedia dalam jumlah sangat berlimpah di dunia ekonomi. Tetapi hubungan yang jelas antara data-data tersebut belum dapat didefinisikan secara pasti. Benoit Mandelbrot (1963) berhasil menganalisa fluktuasi harga yang terjadi dalam pasar komoditi kapas. Analisa ini melibatkan 1000 data dalam tiga set data yang berbeda. Hasil analisa yang diplot dalam kurva fungsi distribusi kumulatif menunjukkan perilaku yang mengikuti aturan Power Law. Gopikrishnan menggunakan prinsip analisa yang sama untuk meneliti fluktuasi saham dengan jumlah data mencapai 40 juta. Hasil penelitiannya menunjukkan perilaku yang juga mengikuti aturan Power Law. Keberhasilan analisa menggunakan prinsip-prinsip fisika ini bukan hanya didapatkan dalam penelitian fluktuasi harga. Persoalan lain di dunia ekonomi, seperti analisa untuk meneliti hubungan antara saham-saham yang berbeda, sudah mulai memiliki titik terang. Metode yang digunakan untuk analisa ini melibatkan metode Random Matrix Theory (RMT) yang biasa digunakan ahli fisika untuk menganalisa spektrum inti atom yang kompleks. Penelitian lebih lanjut menganalisa pengaruh perkembangan suatu sektor industri terhadap sektor industri lainnya, termasuk industri yang saling berkaitan maupun yang tidak saling mempengaruhi secara langsung. Ilustrasi yang diangkat oleh Eugene Stanley seorang pelopor ekonofisika menunjukkan interaksi langsung antara perusahaan General Motors dan Ford. Jika General Motors memiliki masalah dengan kualitasnya, tentu pelanggan mereka akan langsung mencari pengganti yang dapat menawarkan kualitas yang lebih baik, misalnya Ford. Perusahaan Ford harus mempekerjakan lebih banyak orang untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat itu. Meningkatnya jumlah tenaga kerja ini pada akhirnya mempengaruhi suatu industri makanan untuk memperbesar produksinya agar dapat memenuhi kebutuhan pangan para tenaga kerja tersebut. Fenomena ini merupakan pengaruh tidak langsung yang dapat diamati. Para ahli ekonofisika menganalogikannya dengan interaksi feromagnetik dengan antiferomagnetik. Berbagai penemuan yang sudah dihasilkan para ahli ekonofisika selama dekade terakhir ini sangat besar manfaatnya dalam menganalisa dunia ekonomi yang penuh kompleksitas. Tetapi sebagian besar orang masih selalu melontarkan pertanyaan klasik: Di mana buktinya bahwa fisika dapat menyederhanakan persoalan kompleks dunia ekonomi, dan apakah penyederhanaan tersebut benar-benar dapat diaplikasikan untuk menganalisa persoalan ekonomi? Bagaimana jika sekarang pertanyaan itu dikembalikan kepada mereka sendiri? Adakah yang dapat membuktikan bahwa fisika tidak dapat menyumbangkan sesuatu untuk dunia ekonomi? Adakah yang dapat membuktikan bahwa analogi-analogi yang digunakan tidak dapat mewakili persoalan ekonomi? Mungkin ini saatnya bagi para ahli ekonomi untuk mulai memperluas sudut pandang mereka tentang fisika.

Bilangan



Dalam ilmu matematika, kita mengenal adanya “bilangan”. Bilangan ini dapat dibagi, dijumlah, dikurangi maupun dikalikan. Coba bayangkan jika dunia tampa bilangan, mungkin kita tidak akan mengetahui waktu, mengukur panjang atau lebar sebuah benda, bahkan mungkin kita tidak akan tahu nomor berapa rumah kita. Ilmu matematika dilahirkan dari bilangan.
Simbol yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut dengan angka. Angka sudah mulai digunakan oleh manusia sejak jaman perburuhan. Mereka menggunakan bilangan untuk membedakan hasil/jumlah perburuhan  “satu” “dua” dan “banyak”.
Untuk menggambarkannya mereka biasanya menggunakan kerikil/batu-batu kecil, simpul pada tali, jari-jemari, ranting atau tulang-tulang yang disusun. Metode ini terus berkembang hingga manusia menggambarnya dengan coretan-coretan di dalam gua-gua berupa simbol-simbol.
Simbol-simbol ini terus berkembang sejalan dengan peradaban manusia yang semakin maju. Bangsa Mesopotamia dan Mesir mengembangkannya dan menggunakannya dalam sistem kalender mereka, sistem pengukuran (measure) dan sistem operasional (penjumlahan, pengurangan).
Bilangan modern (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9) yang kita gunakan saat ini berasal dari “angka arab-hindu”, awalnya dikembangkan di daerah India dan digunakan di Persia oleh Al-Khwārizmī, ia menuliskan dalam bukunya “On the Calculation with Hindu Numerals”. Selanjutnya simbol-simbol angka ini diangkat kembali oleh Leonardo Fibonacci di Eropa dalam bukunya “Liber Abaci”. Dari sinilah simbol-simbol ini berevolusi menjadi simbol-simbol modern yang kita sebut dengan angka.

Jenis bilangan-bilangan Sederhana
Ada berbagai jenis bilangan. Bilangan-bilangan yang paling dikenal adalah bilangan bulat 0, 1, -1, 2, -2, ... dan bilangan-bilangan asli 1, 2, 3, ..., keduanya sering digunakan untuk berhitung dalam aritmatika.
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif, yaitu {0, 1, 2, 3 ...}. atau himpunan bilangan asli ditambah 0. Himpunan semua bilangan bulat dalam buku-buku teks aljabar biasanya dinyatakan dengan lambang Z dan sedangkan himpunan semua bilangan asli biasanya dinyatakan dengan lambang N. (***)


Copyright 2009 Juliana Sirait. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates