My Name Is Juliana Sirait. Welcome To My Blog and Don't Forget To Comment.
RSS

Pages

Karangan Fiksi



“Cinta yang Terpisah”

Ketika matahari pagi mulai menampakkan wajahnya,terlihat seorang lelaki yang paras wajahnya sedang berlari pagi disekitar jalan ibukota. Aku yang saat itu juga sedang berolahraga memandangi sosok lelaki tampan itu,dia penuh bersemangat dalam melakukan olahraga.
Ketika hari sudah mulai terasa panasnya  yang berolahraga disekitar jalan ibukota, mulai pulang kedaerah masing- masing. Begitu juga dengan lelaki  yang terlihat olehku ia berjalan menuju kearahku. Ketika aku memandang nya tak sengaja kakiku tersandung dan aku terjatuh.Disaat itu lelaki itu menolongku dan membawaku kerumahnya yang tak jauh dari tempat itu.
          Sesampainya dirumah, ia memberiku segelas  air mineral dan beberapa alat pertolongan pertama yang diberikan padaku. Sungguh …dia lelaki yang perhatian ,sudahlah tampan , baik pula hatinya …benar-benar pria idaman. “hhheee”  . Ketika itu kami saling bersapa salam ia menanyakan namaku, dan aku juga menanyakan namanya. Aku Liana tinggal di Bekasi Timur Jalan Cempaka Nomor  4. Nama lelaki itu Rasya tinggal di Bekasi Timur Jalan Cempaka Nomor  16. Ketika perkenalan singkat itu ,Rasya pun mengantarku pulang  kerumah.       
 Ternyata kami itu satu wilayah tempat tinggal namun berbeda gang.Rasya itu murid SMU Negeri 3 Jakarta Selatan dan dia pindahan dariAmerika.Rasya baru dua minggu menempati wilayah ini.Hm…. Pantes aku sepertinya baru melihat wajahnya.
          Dua hari berlalu aku memasuki sekolah yang sangataku cintai dan berjumpa kembali dengan guru-guru serta para sahabatku.Disaat memasuki kelas tampak seorang guru membawa murid baru kekelasku yaitu IPA 1 dan ternyata murid baru itu adalah Rasya ,lelaki yang menolong ku beberapa hari yang lalu itu.
          Ia ditempatkan  guru untuk duduk disebelahku karena teman sebelah ku dalam keadaan sakit waktu itu. Hm….. ketika saat itu kami semakin akrab dan saling mengenal satu sama lain. Pergi bahkan pulang sekolah bersama.Bisa dikatakan  kami menjadi sahabat.Suka duka yang kami lalui pasti selalu berdua.Suatu saat ketika hari kelulusan hamper tiba aku dan Rasya mulai berfikir akan melanjutkan keperguruan tinggi mana.
 Namun sebelumnya aku mendapat tawaran beasiswa dari sekolahnya itu di Universitas Indonesia dengan jurusan kedokteran. Mendengar kabar itu jujur aku sangat terharu ,karena sejak kecil aku memang pernahbercita-cita menjadi seorang dokter. Ternyata impian itu dapat terwujud dengan adanya beasiswa yang diberikan sekolah kepadaku.
          Kabar baik ini tidak hanya aku saja yang merasakannya ,namun aku juga membagikannya kepada kedua orang tuaku. Tampak terkejut mendengar hal itu namun dengan rasa bangga keduanya memelukku dengansuasana haru.Tak lupa juga aku memberitahu sahabatku Rasya. Disaat aku memberitahunya kabar ini ,ia juga memberitahuku bahwa ia juga mendapat beasiswa di Universitas Indonesia namun jurusan kami tidaklah sama , ia mendapat beasiswa dengan jurusan Ekonomi .
          Hati ini benar-benar sangat gembira ketika mengetahui sahabat sekaligus orang yang selama ini aku suka ternyata akan dipersatukanlagi di universitas yang sama. Di suatu malam, Rasya mengajakku untuk pergi makan malam bersama dirumahnya.Ternyata makan malam itu bukanlah makan malam biasa melainkan itu adalah hari terakhir Rasya di Jakarta.Karena lusa ia harus berangkat ke Amerika untuk mengambil ilmu Bisnis dan Manajemen , yang mana ia melanjutkan perjalanan bisnis ayahnya di luar negeri .
          Rasya meminta maaf kepadaku karena tidak memberitahu ku hal ini sejak awal dan masalah ia menolak beasiswa dan harus mengikuti perkataan orang tua nya keluar negeri pun , ia baru memberitahunya sekarang. Di saat itulah Rasya juga mulai jujur bahwa selama menjalankan pertemanan yang  baik , ia mempunyai perasaan lebih terhadapku. Bahwa selama ini ia juga merasakan apa yang aku rasakan terhadapdirinya. Kami sama sama saling mencintai.Aku merasa senang dan lega ketika mendengar kabar ini.Namun aku juga sedih karena bagaimanapun juga ia harus menuruti permintaan orangtuanya dan pergi keAmerika. Aku dan Rasya pun menjalankan hidup kami masing-masing.Berkomunikasi jarak jauh dan jarang bertatap muka.

Pantun


Bunga mawar bunga melati
Ada ditaman indah merekah
Sedih benar hatiku ini
Melihat kita akan berpisah
                   Pergi ke Bali membeli guci
                   Jangan lupa ikat ditali
                   Mari kita saling peduli
                   Agar tidak tersakiti
Jalan-jalan naik sepeda
Jalan setapak banyak lubangnya
Semua rakyat bersuara
Demi satu kata merdeka
                   Ada tempurung,ada kelapa
                   Ada juga pohon pepaya
                   Kita putra putri bangsa
                   Sudah sepatutnya kita berkarya


Puisi



KEMERDEKAAN NEGERIKU
Pahlawanku …
Engkau pergi ke medan perang
Engkau mengambil senjatamu
Demi sebuah merah putih
          Berjuang untuk negeri ini …
          Tanpa memikirkan sanak saudara
          Kemerdekaan yang diharapkan
          Dengan cucuran tumpah darah
Itulah arti kemerdekaan
Yang tidak bisa dinilai dengan materi
Yang harus kita hargai
          Merdeka…
          Satu kata penuh makna
          Makna yang tiada ternilai

          Itulah arti kemerdekaan bangsaku …
Copyright 2009 Juliana Sirait. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates