“Cinta yang Terpisah”
Ketika matahari pagi mulai menampakkan wajahnya,terlihat
seorang lelaki yang paras wajahnya sedang berlari pagi disekitar jalan ibukota.
Aku yang saat itu juga sedang berolahraga memandangi sosok lelaki tampan itu,dia
penuh bersemangat dalam melakukan olahraga.
Ketika hari sudah mulai terasa panasnya
yang berolahraga disekitar jalan ibukota,
mulai pulang kedaerah masing- masing. Begitu juga dengan lelaki yang terlihat olehku ia berjalan menuju kearahku.
Ketika aku memandang nya tak sengaja kakiku tersandung dan aku terjatuh.Disaat itu
lelaki itu menolongku dan membawaku kerumahnya yang tak jauh dari tempat itu.
Sesampainya dirumah, ia memberiku segelas
air mineral dan beberapa alat pertolongan
pertama yang diberikan padaku. Sungguh …dia lelaki yang perhatian ,sudahlah tampan
, baik pula hatinya …benar-benar pria idaman. “hhheee” . Ketika itu kami saling bersapa salam ia menanyakan
namaku, dan aku juga menanyakan namanya. Aku Liana tinggal di Bekasi Timur Jalan
Cempaka Nomor 4. Nama lelaki itu Rasya tinggal
di Bekasi Timur Jalan Cempaka Nomor 16. Ketika
perkenalan singkat itu ,Rasya pun mengantarku pulang kerumah.
Ternyata kami itu satu wilayah tempat tinggal namun
berbeda gang.Rasya itu murid SMU Negeri 3 Jakarta Selatan dan dia pindahan dariAmerika.Rasya
baru dua minggu menempati wilayah ini.Hm…. Pantes aku sepertinya baru melihat wajahnya.
Dua hari berlalu aku memasuki sekolah
yang sangataku cintai dan berjumpa kembali dengan guru-guru serta para sahabatku.Disaat
memasuki kelas tampak seorang guru membawa murid baru kekelasku yaitu IPA 1 dan
ternyata murid baru itu adalah Rasya ,lelaki yang menolong ku beberapa hari
yang lalu itu.
Ia ditempatkan guru untuk duduk disebelahku karena teman sebelah
ku dalam keadaan sakit waktu itu. Hm….. ketika saat itu kami semakin akrab dan saling
mengenal satu sama lain. Pergi bahkan pulang sekolah bersama.Bisa dikatakan kami menjadi sahabat.Suka duka yang kami lalui
pasti selalu berdua.Suatu saat ketika hari kelulusan hamper tiba aku dan Rasya mulai
berfikir akan melanjutkan keperguruan tinggi mana.
Namun sebelumnya aku mendapat tawaran beasiswa
dari sekolahnya itu di Universitas Indonesia dengan jurusan kedokteran. Mendengar
kabar itu jujur aku sangat terharu ,karena sejak kecil aku memang pernahbercita-cita
menjadi seorang dokter. Ternyata impian itu dapat terwujud dengan adanya beasiswa
yang diberikan sekolah kepadaku.
Kabar baik ini tidak hanya aku saja
yang merasakannya ,namun aku juga membagikannya kepada kedua orang tuaku.
Tampak terkejut mendengar hal itu namun dengan rasa bangga keduanya memelukku dengansuasana
haru.Tak lupa juga aku memberitahu sahabatku Rasya. Disaat aku memberitahunya kabar
ini ,ia juga memberitahuku bahwa ia juga mendapat beasiswa di Universitas
Indonesia namun jurusan kami tidaklah sama , ia mendapat beasiswa dengan jurusan
Ekonomi .
Hati ini benar-benar sangat gembira ketika
mengetahui sahabat sekaligus orang yang selama ini aku suka ternyata akan dipersatukanlagi
di universitas yang sama. Di suatu malam, Rasya mengajakku untuk pergi makan malam
bersama dirumahnya.Ternyata makan malam itu bukanlah makan malam biasa melainkan
itu adalah hari terakhir Rasya di Jakarta.Karena lusa ia harus berangkat ke Amerika
untuk mengambil ilmu Bisnis dan Manajemen , yang mana ia melanjutkan perjalanan
bisnis ayahnya di luar negeri .
Rasya meminta maaf kepadaku karena tidak
memberitahu ku hal ini sejak awal dan masalah ia menolak beasiswa dan harus mengikuti
perkataan orang tua nya keluar negeri pun , ia baru memberitahunya sekarang. Di
saat itulah Rasya juga mulai jujur bahwa selama menjalankan pertemanan yang baik , ia mempunyai perasaan lebih terhadapku.
Bahwa selama ini ia juga merasakan apa yang aku rasakan terhadapdirinya. Kami
sama sama saling mencintai.Aku merasa senang dan lega ketika mendengar kabar ini.Namun
aku juga sedih karena bagaimanapun juga ia harus menuruti permintaan orangtuanya
dan pergi keAmerika. Aku dan Rasya pun menjalankan hidup kami
masing-masing.Berkomunikasi jarak jauh dan jarang bertatap muka.












12 komentar:
Bad Ending walau sama- sama menyukai
Cerita yang bagus
Perbaiki lagi penggunaan kata depannya terutama "di"
sad endinglah tapi bagus kali ceritanya,,
Alurnya bagus. Berbakat nampaknya. :)
baguss wakk kecee
ceritanya bagus. ak suka tokoh Liana sama Rasya, tetap mengejar cita-cita dan berpikir ke depan :D
Waaah bagus jul
ahai deh bagus jul, kreatif kreatif
ciee bagus jul ceritanya :)
ciyeee juli, kece jul
ada salah pengetikan, Juliana
hamper=hampir
dan beberapa tulisan ada yang tidak di spasi.
caritanya keren, Jul ^_^
keren jul
Keren Jul!! Tjakep!!
Posting Komentar